Happy Birthday Ti!!

Monday, January 09, 2012
Time flies so fast!


2 tahun lalu ditanggal ini jam 9 pagi, gw masih senam hamil sambil nunggu waktu control.
Eh tau-taunya pas control siang kata dokter ketuban udah ngerembes, detak jantung Ti udah hilang timbul dan ga ada perkembangan berat badan dari 2 minggu yang lalu sejak terakhir control di minggu ke 32.

Masih inget banget saat – saat panik pas dibawa ke ruang persiapan melahirkan, di CTG trus disuntik steroid di pantat *aaawww*. Si Ai yang paniknya 2 kali lipat melebihi yang mau ngelahirin pun sibuk telpon sana sini kasih tau kalo kemungkinan istrinya melahirkan sekarang. Dan 2 calon orang tua baru yang paniknya udah kaya mau bungee jumping dari Macau Tower inipun sampe bingung mau cari second opinion kemana, karena yang ditelponin semua juga pada panik >.<. Alhasil dibentak susterlah karena si Ai nggak mau tanda tangan surat pernyataan penindakan.
Still remember what the nurse said: “pak cepet dong ditandatangan!! ini hidup dan mati”.

The worst ironic thing in my life was when my hubby went to the admission and the nurse took me to the surgery room. Gw yang tadinya tenang menghadapi proses persalinan (maklum udah 8 bulan, jadi harus menyiapkan diri untuk tenang mendekati bulan ke 9) jadi takut kaya mau dibawa keruang pancung atau kursi listrik buat dihukum mati. Mental yang tadinya kuat untuk menjalani proses normal, tiba-tiba ciut karena harus mendadak di operasi. Even though that wasn't my first time entered the surgery room, but that was my first time entered the room without any preparations *gee!* *glek*

OK, penyiksaan dimulai dengan, om pak dokter anastesi yang sok tenang ngasih aba-aba buat suntik spinal, ketenangan bicaranya serta merta dirusak dengan kata-katanya yang ga senonoh: “saya kasih tau nanti pas jarumnya mau masuk ya bu, soalnya suka ada yang kaget trus patah didalem”. What the heck are you talking about doc?!!

Suntik bius berjalan lancar. Tapi bintang tamunya belom nongol – nongol. Padahal gw udah tegang setengah mati. Akhirnya setelah nunggu sekitar 10 menitan dateng juga tuh dokter.
Setelah 15 menit perut gw berasa kaya digeter-geterin, jam 17.35 kedengeran suara yang most likely kaya suara anak kucing meraung-raung cari ibunya, yang ga lama kedengeran kaya suara disedot (mungkin bagian idung atau mulut buat nyedot lendir, maklum ga ngeliat karena gw ditutup setengah badan kebawah) baru deh trus kedengeran yang lebih menyerupai suara bayi, serta merta air mata deras bercucuran turun tanpa bisa gw tahan.

Haru plus amazed akhirnya ciptaan tuhan yang berbentuk manusia kecil mungil yang terbentuk dari darah dan daging gw itu pun bisa keluar melihat dunia dengan selamat walaupun belum waktunya dan dalam kondisi yang kurang baik dengan berat 1110 gram dan panjang 36 cm.
“Saya mau cium anak saya sus!” Dan gw ciumlah pipi mungil yang masih berlendir2 itu *psyched*, walaupun trus si suster ngerusak moment dengan kata-katanya: “Nggak bisa lama-lama diluar ya bu, habis dibersihin harus langsung masuk incubator”.



Dan hari-hari berikutnya rutinitas gw adalah menghabiskan 40 hari cuti di rumah sakit dari jam 7 pagi (dianter si Ai sekalian dia ke kantor) dan pulang di jam 7 malam (dijemput Ai pas dia pulang dari kantor). Mompa ASI, ajak Ti ngobrol dan ngedengerin lagu, banyak ngobrol sama suster, browsing cari tau tentang anak premature adalah kegitan sehari-hari dan nggak sia-sia semua pengorbanan gw.

Sekarang Tiara udah 2 tahun, makin sehat, makin pinter, makin lucu dan makin nyenengin!! Terima kasih Tuhan atas semua cobaan dan ujian ini, banyak manfaat dan pelajaran yang didapat, especially for the gift that you sent to us, this pretty little angel :) and the heavenly atmosphere that she brought here in our home!!







-Mom and Dad love you always-

0 comments: